Di Depan Gua Maria
Gereja Katolik adalah tempat di mana saya berada saat ini. Gereja Katolik Ignatius Loyola.
![]() |
| Photo by Couleur from Pexels |
Saya terdiam sementara waktu di depan Gua Maria. Mendengarkan suara nyanyian pujian Tuhan dari para umatnya di misa sore ini. Sama terdiamnya saat saya mendengarkan lantunan Qur'an dibacakan dengan merdu.
I don't know why I feel so mellow being here. Walking to the past. Saya terbiasa berada di gereja saat saya masih SD. Saya bersekolah di SD Katolik, menjadi anggota paduan suara sekolah dan tampil di misa Minggu, sempat ditawari menjadi Misdinar tetapi batal karena saya muslim.
Again, this place felt so sacred. Saya masih ingat Papah pernah mengajak saya ikut ke gereja dan saya juga tahu bagaimana para umat menjalankan ibadah mereka di rumah Tuhan ini. Masih teringat jelas di kepala saya jawaban umat saat sabda Tuhan dibacakan, beberapa lagu yang sering dinyanyikan, dan suasana megah gereja yang terang sekali di mata saya.
Saya menghormati setiap ibadah yang dijalankan umat yang berbeda keyakinan dengan saya. Saya selalu berusaha untuk itu. Seperti bagaimana saya mengingatkan Papah untuk misa, mengucapkan selamat ketika hari raya, dan menghormati bagaimana Papah mendoakan saya dengan cara yang berbeda yang dilakukan Mama pada saya.
Dan sekali lagi, Tuhan sedang mencoba kesediaan saya untuk menghormati keputusan seseorang yang meninggalkan keyakinan yang sama dengan saya untuk beribadah di sebuah ruangan kudus di dekat Gua Maria ini.
Tuhan, bimbing saya untuk ikhlas menerima keputusan ini dan tetap konsisten menghormati seperti apa yang selalu saya lakukan sejak dulu. I believe, whatever religion it is, however the way they pray, we trust in the same God, YOU.



amen, god speed
BalasHapusAamiin... :)
Hapus