Beautiful Sunday Part 2: SUSAHNYA NYUSHI DI JOGJA
Cerita “Minggu yang Cantik” alias “Beautiful Sunday”
berlanjut. Beautiful Sunday Part 2: SUSAHNYA
NYUSHI DI JOGJA.
Setelah saya dan Mba Vinka
selesai menonton film saya dan teman-teman yang menjadi finalis kompetisi
Festival plus satu film tentang geng
mafia di Lyon, Les Lyonnais, kami
berlanjut untuk nyushi alias makan
sushi bersama yang sering kami lakukan di Kota Pahlawan dulu.
Jujur saja, saya sudah desperado untuk menemukan sushi dengan
rasa “wajar” di Jogja ini. Yup, wajar bukan enak. Nyariin yang wajar ajah
susah, apalagi yang enak! (-____-*) Pertama, sushi di lantai bawah Galeria
Mall. Lupa namanya, yang jelas saya nggak
cucok dengan rasanya. Mango sauce
yang jadi saus sushi lah, pilus (snack yang mirip sanghae tanpa kacang di dalamnya) yang jadi hiasan sekaligus pelengkap
sushi lah, dan tempura yang tidak ada rasanya sama sekali alias pathi thok! Sushi Kaki Lima di seberang
Galeria juga sudah saya coba! Rasanya lebih parah!! Nasi sushinya ajah nggak
mateng, kind of salmon sushi seharga 25 ribu disajikan
dengan irisan salmon segede upil ukuran jumbo. Coba bayangkan, upil segede jumbo itu
besarnya maksimal seberapa? :O Mengecewakan, sungguh.
Tapi, yang kali ini saya agak
berekspektasi agak tinggi. Iya agak, jangan ketinggian
setelah 2 sushi mengecewakan saya. Saya dan Mba Vinka menuju SUGOI TEI
untuk nyushi, setelah mendapat rekomendasi dari Mba Ratih, kakak Mba Vinka yang tinggal di Malang. Kata Mba Ratih, Sugoi Tei di Malang lumayan enak. Sugoi Tei Jogja berlokasi di daerah
Nologaten, tengah-tengah antara Empire XXI dan Ambarukmo Plaza. Sampai di sana,
tempatnya lucu. Percampuran Jawa dan Jepang, lengkap dengan bilik-bilik untuk lesehan, haha. *Lupa kalo di Jepang nyebutnya apa!* Sayangnya nggak ada sushi bar. L It’s okay!
Saya memesan Chinmi Chuka Iidako (16k), si salad gurita favorit saya, plus Dragon Roll (45k) yang berisi unagi alias belut, alpukat, kani (nugget kepiting) dan tempura, ditambah ocha dingin (7k) yang bisa refill. Mba Vinka memesan Cukka Iidako juga plus seperangkat persushian aneka macam seharga 60k, sudah dapat minum. So, inilah penampakan yang berhasil ditangkap si Monyx, BB Onyx saya! Haha. Agak menyesal lupa bawa kamera!! Arrrgghh...
![]() |
| "Lesehan" Sugoi Tei Nologaten, lucu yah! :D |
![]() |
| Sugoi Tei's menu. :D |
![]() |
| Ada harga ada rupa yah, tapi lumayan kok. Walaupun si bumbu masih kasar dan kurang nendang! |
![]() |
| My Dragon Roll, unaginya kurang berasa. Di ujung sana paket sushi Mba Vinka, hehe. |
Overall, ini sushi paling mending sejauh ini yang saya temui di Yogya, walaupun fusion sih... Enak banget sih enggak, rasanya wajar. Apalagi kalau dibandingkan 2 sushi siaul yang sudah saya makan sebelumnya. Boleh dicoba deh, tempatnya lucu soalnya. Harga ya lumayan gitu, saya habis sekitar 68k untuk Chinmi Chuka Iidako (16k), Dragon Roll (45k), dan Ocha dingin (7k), dan ternyata sudah include pajak! *joged India*
Kalo datang rame-rame dengan 3-5 orang, bisa berhemat pake menu Family Set-nya, ada ramen dan bento juga di menu itu. Cuman karena kemarin memang pengen sushi, jadi saya ngecer! :p
And finally, alhamdulillah, I've found not-so-bad sushi resto in Yogyakarta after 3 months I've been here! :9







Kalo boleh kasih saran cobain hikaru dining deh. Letaknya di jalan colombo, depan belok2an kolam renang uny. Tempatnya agak kecil jadi satu ama hotel asih jadi sering ga kelihatan. Disana sushinya fresh, enak banget. Ga nyesel deh. Cobain yah. Konon chef nya dr singapore. Pokoknya yahud. Di coba yah cek di hikarudining.Com ato instagram mereka di hikarudining. Ato Facebook di. Hikarudining yogyakarta
BalasHapus