Beautiful Sunday Part 1: MY NAME ON SCREEN!


I have a beautiful Sunday today! Yeay, alhamdulillah... :D Karena saking serunya hari Minggu saya ini, ceritanya bakal dibagi ke beberapa parts, this part titled: MY NAME ON SCREEN.

So, Minggu “cantik” saya dimulai saat saya janjian dengan Mba Vinka Maharani, senior saya di UKM Sinematografi Airlangga (ekskul film jaman saya kuliah dulu) yang pindah ke Yogyakarta untuk menemani suaminya S2. Kami berencana nonton “Festival Sinema Perancis” yang diputar di Empire XXI. Saya memang sudah sering ngikutin acara setahun sekali ini sejak di Surabaya dulu, tapi ada alasan lain untuk datang ke acara ini. Film yang saya produksi bersama teman-teman diputar sebagai film pembuka! :D Walaupun film kami hanya masuk sebagai finalis bukan pemenang, tetap excited rasanya.

Setelah membeli tiket seharga 20 ribu dan jajanan, masuklah kami ke dalam studio. Hanya 4 orang yang sudah berada di sana. Sepi. Sayang banyak yang kurang tahu kalau film Perancis bagus-bagus. Kami duduk di deretan kursi F. Tak beberapa lama, sekitar 6-7 orang bule masuk ke studio. *treeeng* Ada satu yang nyempil di mata. Lucu. *eh*

Di tengah obrolan kecil saya dengan Mba Vinka, boss LIP Jogja (orang France asli, nih!) masuk dan membuka acara. Dia menjelaskan tentang acara tahunan ini dalam bahasa Indonesia dengan logat Perancis bindeng but sexy yang kental! Setelah itu keluarlah bumper dan opening video Festival Sinema Perancis. Saat muncul tulisan “Sinematografi Unair”, saya dan Mba Vinka langsung jejeritan kecil dan bertepuk tangan. Antara bangga nama UKM kami ada di layar, sekaligus kangen dengan teman-teman main kami di Surabaya sana.

Palak, itu judul filmnya. Bercerita tentang food chain korupsi yang terjadi pada anak SMP bernama Ade, kepala sekolah, preman, PNS, sampai seorang transgender. Sutradaranya adalah senior favorit saya, yang agak nggapleki tapi sangar, Jaka Triadi alias Jaka Wiradinata. Masih ingat waktu itu saya apply untuk jadi bagian art di detik-detik terakhir saat film akan diproduksi. Chief art-nya adalah pacar saya sendiri *uik-uik* (sekarang sih sudah mantan, hehe). Saya ikut produksi saat masih belum kembali ke kampung halaman, setelah berhasil menggapai dengan pertumpahan darah dan air mata gelar S1 saya, Sarjana Akuntansi. *ciyeee* Jadi ketika filmnya selesai diedit, saya sudah keburu keterima kerja dan hijrah ke Jogja, sehingga tidak sempat menonton. Hingga akhirnya saya berhasil menonton film yang saya produksi (walaupun hanya sebagai art) bukan di ruangan kecil tempat diskusi film seperti biasa, bukan juga di sebuah layar diantara kerumunan makhluk-makhluk mall, tapi sebuah layar “emas” BIOSKOP. Beberapa kali saya tersenyum saat mendengar penonton tertawa dengan dialog yang lucu di film ini, juga saat beberapa properti yang saya buat in frame. Puas dan agak nyengir kalau ingat proses pembuatannya. Apalagi saat film berakhir dan di credit title muncul tulisan “PROPERTY: Tarita Kusuma”. Beuuuhhh, gimanaaa gitu rasanya! :p Bagi orang lain biasa mungkin, tapi bagi saya haru dan membanggakan.

Setelah itu lanjutlah Les Lyonnais (Gang Story), film Perancis bagus tentang mafia tapi sungguh bikin haru saya dan Mba Vinka. Perfect deh dua tontonan hari ini!

Hmm, setelah nonton Festival Sinema Perancis...
Automatically saya kangen Surabaya.
Saya kangen produksi film lagi.
Saya kangen ekskul penuh gejolak tapi juara(k), Sinema.
Saya kangen teman-teman dan para sohibul karib di sana.
Dan, saya kangen mantan. *ambil pistol* DOR!


Photo by cottonbro from Pexels

Komentar

  1. Gusti....Kok yo sing dipasang fotoku sing kuwiii... =D Tapiiiiii, ternyata kemarin tanya2 super banyak tentang nikah itu ternyata karena kangen mantan? Ooohh, Yayaya. =P

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer