Hari untuk Amanda?
"Sama kamu itu selalu aja, "Lihat aja nanti." Selalu ada yang 'lebih seru' dibanding 'lebih penting'."
(Amanda, Hari untuk Amanda)
I don't know how many times I'd watched this movie. Berkali-kali nonton, tapi baru kali ini terbesit untuk iseng-iseng (tidak berhadiah) menulis resensinya. Awalnya kepengen nonton karena suka beberapa film sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko, "Strangely Beautiful" dan "Ladies Room", film-film pendek hasil cekokan senior saya di ekskul film kampus, Sinematografi Airlangga. Tapi setelah baca sinopsisnya, langsung kepincut. Galau to the max! :p Walhasil setelah menunggu selama kurang lebih setahun, film ini rilis juga akhirnya di tahun 2010.
"Hari untuk Amanda" mengisahkan Amanda (Fanny Fabriana) yang akan menikah dengan Dodi (Reza Rahadian) 10 hari lagi. Sayangnya di pagi hari yang cerah, seketika berubah mendung karena box yang dikirim mantan pacar Amanda, Hari (Oka Antara). Box yang berisi kenangan Amanda dan Hari inilah yang mengantarkan Amanda menemui Hari yang pernah dipacarinya selama 8 tahun itu. Amanda menantang Hari untuk membantunya mengantarkan undangan nikah supaya Hari paham Amanda benar-benar mempersiapkan pernikahannya dengan susah payah dan tidak boleh digagalkan oleh siapapun, termasuk Hari. Sudah bisa dipastikan betapa galaunya film ini, bukan? :D Di tengah banyaknya perbedaan antara Amanda dan Dodi, Hari mengajak Amanda mengingat masa lalu mereka yang penuh kenangan. Siapa yang dipilih Amanda pada akhirnya? Dodi yang sudah pasti mapan tetapi super sibuk? Ataukah Hari (benar-benar) untuk Amanda?
Ya bisa dibilang film ini membahas konflik masa lalu dan masa depan. Satu hari untuk selamanya. Apakah hore-sore masa mudamu masih bisa dilanjutkan untuk masa depan? Dan apakah kamu sudah siap kehilangan hore-sore masa mudamu untuk menatap masa depan? #Aseeek
Ya bisa dibilang film ini membahas konflik masa lalu dan masa depan. Satu hari untuk selamanya. Apakah hore-sore masa mudamu masih bisa dilanjutkan untuk masa depan? Dan apakah kamu sudah siap kehilangan hore-sore masa mudamu untuk menatap masa depan? #Aseeek
(Official Trailer "Hari untuk Amanda")
Selain cerita yang dekat dengan penonton, seperti konflik memilih si A atau si B, beberapa scene yang menurut saya hampir semua orang (baca: saya) mengalaminya; seperti mengumpulkan barang-barang kenangan mantan di satu box, impian dilamar di pasar malam dengan background bianglala besar kerlap-kerlip, mantan pacar si pacar yang jauh lebih cantik dibanding diri sendiri, panggilan sayang "Ndut" untuk pacar; ditampilkan di film ini dan sukses membuat saya meleleh maupun geli sendiri. Selain itu, kekuatan besar di film ini adalah DIALOG. Al hail, Salman Aristo dan sang istri, Gina S. Noer! Kolaborasi suami istri ini makin membuat film ini menggalau dengan quotes dan dialog yang #jleb dan dekat dengan penonton. Film ini juga menjadi kolaborasi kesekian kalinya Angga Dwimas Sasongko dengan Gina S. Noer setelah sebelumnya mereka berada di posisi yang sama, sutradara dan penulis skenario, di film Maya, Ladies Room, Refleksi, dan Jelangkung 3.
Berikut adalah quotes "Hari untuk Amanda" yang saya favoritkan. :p *SPOILER ALERT!!!*
- "Kaya bayangan aja, adanya cuma di waktu-waktu tertentu." (Amanda)
- "Hidup itu going with the flow. Santai kaya di pantai, slow kaya di pulau." (Hari)
- "Tapi nggak semuanya bisa ngalir kan? Yang namanya hidup itu mesti ada prioritas!" (Amanda)
- "Kamu harus yakinin diri kamu dulu, baru yakinin orang lain." (Papa Penjual BH)
- "Cari jodoh itu sesusah cari BH yang enak. Makanya harus ukur sana, coba sini, sesuai nggak sama kita." (Papa Penjual BH)
- "Ya, untuk beberapa hal harusnya emang nggak berubah kali, Ndut." (Hari)
- "It may not be so good, but we got marks. And yes we got away, 'cause you will find we're still here." (Tulisan di lampion Amanda)
- "Aku salah kerja lembur? Eh, aku kerja buat kamu!" (Dodi)
- "Delapan tahun pacaran sama kamu dan kamu nyuruh orang lain buat ngomong putus sama aku. Tahu nggak perasaannya kaya gimana?" (Hari)
- "Kamu itu kaya Jakarta Har, gampang banget berubahnya. Berubah, tapi sebenernya nggak berubah..." (Amanda)
- "Sama dia aku bisa tahu apa yang aku butuhin, buka cuma sekedar pengen!" (Amanda)
- "Makasih yah, Har... Buat semuanya. Kamu bakalan terus jadi yang paling spesial buat aku." (Amanda)
- "Aku juga nggak peduli bajunya muat atau nggak. Pakai bajumu ajah juga aku nggak peduli! Yang penting aku nikah sama kamu!" (Dodi)
- "Baby, I can love you better... If you realize." (Music For Sale - So Right)
Selain dari sisi dialog dan cerita yang simple dengan konflik yang menarik, Hari untuk Amanda menonjol di sisi akting para talents. Oka Antara sukses menjadi Hari yang playful dan tengil. Chemistry antara Oka dan Fanny juga terbangun dengan apik, sehingga keduanya nampak natural dengan dialog-dialog sindir-menyindir antar mantan. Ditambah lagi dengan Reza Rahardian sebagai Dodi dan pemeran pendukung lain yang menjalankan karakter mereka dengan bagus. Aida Nurmala sebagai kakak Amanda, Rina Hasyim sebagai ibu Amanda, Noveleta Dinar sebagai Janin, Kinaryosih sebagai mantan Dodi, dan Indra Herlambang yang sempat menjadi cameo. Kemunculan mereka yang sebentar benar-benar tidak disia-siakan begitu saja.
(One of my best moments, the saddest one indeed.)
Dari sisi sinematografi tidak terlalu menonjol, gambar-gambar disajikan dengan standar dan tidak neko-neko. Namun di sisi scoring dan soundtrack, woohoo! Andhika Triyadi sang penata musik sukses menambah soul "kegalauan anak muda" dengan meletakkan lagu-lagu Pure Saturday, Alexa, dan Music For Sale di dalam film ini. How I love these movie soundtracks! "Love is so funny when you get hurt and you starting to laugh..."
(Music for Sale - So Right)
Munculnya "Hari untuk Amanda" seperti menjawab rindu saya pada drama romantis Indonesia berkualitas di tengah ramainya influence film drama romantis dari Hollywood maupun Korea saat itu hingga kini. Setelah Ada Apa dengan Cinta, Eiffel, I'm in Love, dan Heart, "Hari untuk Amanda" muncul tanpa menye-menye ABG yang baru saja jatuh cinta, tetapi dengan cerita cinta sederhana anak muda yang sesuai dengan porsinya.
Dan sepertinya (menurut saya) Angga Dwimas Sasongko lebih cocok menggarap film drama romantis dibandingkan horor seperti Jelangkung 3! :D
Sayangnya, official poster maupun cover DVD "Hari Untuk Amanda" kurang bagus dan sekilas terlihat seperti sinetron. :\
Sayangnya, official poster maupun cover DVD "Hari Untuk Amanda" kurang bagus dan sekilas terlihat seperti sinetron. :\
Karena film ini tidak bosan ditonton berkali-kali dan kekuatan dialognya yang mantap, plus jarang ada film drama romantis Indonesia yang bagus, saya memberi 4.5 bintang untuk "Hari untuk Amanda".
Don't ever underestimate Indonesian Movie!
Watch first!
HARI UNTUK AMANDA | Cast: Oka Antara, Fanny Fabriana, Reza Rahadian, Kinaryosih, Aida Nurmala, Rina Hasyim, Noveleta Dinar Director: Angga Dwimas Sasongko Scriptwriters: Salman Aristo & Ginatri S. Noer Cameraperson: Halaston Pakpahan Art: Djulfikar Thaib Music Director: Andhika Triyadi Editor: Andhy Pulung Production: MNC Pictures & Visinema Pictures









tarita untuk uding
BalasHapusYogaaaa, I'll kill you loh! (-______-)
BalasHapuseheeeem
BalasHapusHooo, kenapa Fa?
Hapusini personal banget ya :p
BalasHapusToo personal! :p
Hapusisok ae :p
BalasHapus